Agen Togel Online Indonesia Terpercaya | - Pangerantoto.com

Bandar togel online, Togel Hongkong Singapura Terbaik Teraman & Terpercaya. Hasil Togel Hongkong, Singapura, MGM, Damascus, Hainan, Denmark, Bahama, Oregon

Breaking

Minggu, 04 Maret 2018

Maret 04, 2018

Mungkinkah Dolar Sentuh Rp 10.000 Seperti Prediksi 'Jokowi Effect'?

SAHABATPANGERAN




Jakarta - Para analis sempat memprediksi, terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) saat pemilu Presiden pada 2014 silam bisa memicu menguatnya nilai tukar (kurs) rupiah hingga ke level Rp 10.000 per US$. Namun hingga saat ini, prediksi tersebut tak kunjung terealisasi bahkan malah melemah hingga ke kisaran Rp 13.700-an.

Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto mengatakan, prediksi tersebut tak bisa terealisasi lantaran cateris peribus atau asumsi ekonomi yang dilakukan ekonom terbantahkan lantaran sejumlah asumsi yang diprediksi tetap sama malah berubah.



"Itu kan kita berikan klaim istilahnya cateris paribus, yaitu dengan anggapan variabel lain tidak berubah. Unexpected-nya (yang tidak diharapkan) kan yang terjadi, Donald Trump (jadi Presiden AS) dan the Fed jadi agresif. Itu yang menyebabkan target-target para analis kemarin itu tidak tercapai," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Senin (5/3/2018).

Dengan kondisi global yang dinamis seperti sekarang ini, David bilang akan sangat kecil kemungkinannya prediksi nilai tukar dolar bisa menyentuh angka Rp 10.000. Sentimen terbesar yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah kebijakan ekonomi AS yang saat ini sangat agresif di bawah kepemimpinan Donald Trump.

"Begitu Donald Trump naik saja itu (prediksi) sudah tidak berlaku. Karena waktu itu anggapannya kan yang jadi Presiden AS adalah yang seperti Obama yang kebijakannya cenderung pasif. Sekarang kan kebijakannya ekspansif sekali untuk ke luarnya," jelas David.


David sendiri beranggapan nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa bertengger di kisaran Rp 11.000 jika kebijakan ekonomi AS tak seagresif saat ini. Namun dengan kondisi yang ada saat ini, menurutnya rupiah bisa bertahan di kisaran Rp 13.000 dalam kondisi stabil.

"Tapi dengan kondisinya seperti sekarang ini, kalau kondisi semua mata uang global lemah terhadap US, saya tidak mengharapkan rupiah menguat sendirian. Menjadi anomali. Mau tidak mau, rupiah harus sejalan dengan mata uang yang lain," katanya.

"Kalau menurut saya, rupiah bisa stabil di level 13.000-an itu masih terjaga. Itu karena rupiah sendiri ada catatan karena The Fed yang mau naikkan suku bunga, jadi capital outflow juga terjadi," pungkasnya.

Maret 04, 2018

Polisi Selidiki Penembakan Studio Rhoma Irama di Depok

[Bintang] Rhoma Irama

Depok - Orang tak dikenal menembakkan peluru ke studio milik Raja Dangdut, Rhoma Irama, di kawasan Depok, Jawa Barat. Penembakan itu terjadi pada Sabtu 3 Maret 2018 siang.
Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana membenarkan peristiwa yang terjadi di Jalan Tole Iskandar, No 41, Sukmajaya, Kota Depok. 

"Ya benar, kejadiannya kemarin. Saat ini sedang dalam penyelidikan," ujar dia kepada Liputan6.com, Minggu (4/3/2018).
Dia enggan membeberkan lebih lanjut teror yang menimpa raja dangdut itu. Yang jelas, polisi menemukan proyektil peluru di lokasi. "Saat ini tim Puslabfor dan penyidik sedang olah TKP," kata Putu.
Peristiwa itu menyebabkan kerusakan pada salah satu sisi studi milik Rhoma Irama

Beruntung, tak ada korban luka atau korban jiwa akibat kejadian tersebut. Hanya saja salah satu bagian pada sisi studio Rhoma Irama itu mengalami kerusakan.
Hal itu diungkapkan putri Rhoma Irama, ‎Debby Veramasari Irama kepada Liputan6.com, Sabtu (4/3/2018). Menurut wanita yang akrab disapa Debby Rhoma itu, pada saat penembakan terjadi, Rhoma Irama sedang tidak berada di tempat.
"Iya, memang benar (terjadi penembakan), tetapi alhamdulillah tidak ada korban luka atau korban jiwa. Hanya temboknya saja (rusak). Papa juga sedang tidak di sana saat kejadian," ungkap Debby Rhoma.


 

Sabtu, 03 Maret 2018

Maret 03, 2018

Banjir 2 Meter Rendam Kampung Arus Cawang

  Bertahun-tahun tidak Banjir, Kini Kawasan Gambir Kembali Terendam


Jakarta - Banjir setinggi 2 meter rendam ratusan rumah warga di permukiman Kampung Arus Cawang Jakarta Timur, Minggu pagi tadi. Air mulai masuk ke permukiman sejak dini hari, lantaran mendapat kiriman banjir dari kawasan Bogor dan Depok yang diguyur hujan deras.
Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Minggu (4/2/2018), warga pun terpaksa menggunakan rakit untuk beraktivitas ke luar rumah. Meski dikepung banjir, wargabertahan di rumahnya sambil berharap banjir segera surut. 

Sementara itu, banjir setengah meter masih merendam permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung. Sebagian warga yang berada di wilayah terdampak banjir nekat menerobos banjir untuk bisa beraktivitas.
Tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan hulu Sungai Ciliwung diduga menjadi penyebab utama meluapnya aliran sungai yang belum terkena proyek pembangunan turap normalisasi Ciliwung.
Adapun, banjir di Kelurahan Bidara Cina 2, Minggu pagi berangsur surut. Sebagian warga mulai membersihkan lumpur sisa banjir yang melanda rumah mereka.